Pasir Berbisik di Bulan Juni
Sesaat pandangan saya tertuju pada foto dan tulisan salah satu teman pada dinding media sosialnya.
"Sampai dengan Agustus nanti, Bromo memang sedang cantik-cantiknya, Gaes!"
Yaaa, terlihat anggun dan eksotis barisan bukit itu tertangkap kamera teman saya. Apalagi tampak bias nuansa jingga semburat matahari yang mulai beranjak dari peraduannya, menembus kabut tebal yang ada. Foto itu sama indahnya dengan foto-foto pesona Gunung Bromo yang sering kali kita temui di setiap media. Keindahannya tampak begitu sempurna. Ironisnya, saya yang tinggal di Kota Batu sejak kecil, belum pernah menginjakkan kaki ke sana. Padahal, akses Malang-Bromo sekarang semakin dipermudah dengan adanya tol, jadi kurang lebih hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam saja. Hiks hiks, sedih, ya?
Saya pun mencoba merayu suami dengan menunjukkan foto dan tulisan teman saya tadi. Namun, jawabannya tetap sama. "Halah, jalan sini situ aja ngeluh capeklah, panaslah, ribetlah, ini naik gunung. Wis toh, ra usah macem-macem, refreshing yang biasa-biasa aja, enggak usah yang bikin capek." Jujur, sebenarnya insecure juga sih setiap kali dibilang begitu, karena merasa fisik saya tidak terlalu terlatih untuk olah raga berat semacam naik gunung. Walaupun saya juga berpikir, bukannya sering ada anak kecil yang ikut, ya? Kok mereka kuat? Tapi pertanyaan itu saya simpan dalam hati saja, melihat foto indah tadi lebih dalam, menutupnya, lalu mengubur dalam-dalam dan melupakannya (duuuh dalem bangeet yaa, macam patah hati aja hehehe...)
Beberapa hari kemudian, di suatu siang yang cukup terik, masuklah satu pesan singkat dari suami.
["Siap-siap, ya, besok siang kita ke Bromo!]
Whaaa, berasa menang undian. Saya pun segera mempersiapkannya dengan sebaik mungkin.
Berikut adalah beberapa tips persiapan perjalanan ala saya,
1. Cari tahu apa yang sedang viral di tempat wisata tujuan kita. Seperti spot foto, referensi kuliner, penginapan, atau pun tempat oleh-oleh dan juga kemungkinan adanya kegiatan yang bersifat ceremonial. Tentu saja agar perjalanan kita lebih efektif. Sebagai contoh perjalanan kami kemarin, karena ternyata bersamaan dengan pelaksanaan upacara Kasada sehingga beberapa akses jalan ditutup.
2. Pastikan kebutuhan pribadi seperti obat-obatan, alat mandi, jaket dan pakaian maupun sepatu yang nyaman untuk mendaki. Tentunya menyesuaikan cuaca juga, jas hujan tipis sekali pakai dapat menjadi alternatif bawaan juga saat musim hujan.
3. Memastikan kembali penginapan dan kendaraan sewa yang akan mengantar kita sampai ke lokasi. Jasa sewa kendaraan jenis Jeep Hardtop yang kami sewa ini menawarkan beberapa destinasi selain tentu saja ke kawah Bromo, yaitu:
Bukit Cinta, Puncak Penanjakan, Bukit Teletabies, Pasir Berbisik. Namun, yang paling berkesan bagi saya adalah saat menjelajah Pasir Berbisik. Hamparan padang pasir yang luas mengingatkan saya pada akting luar biasa Dian Sastro dalam film yang dimainkannya bersama artis senior, Christine Hakim.
Nah, itu tadi sedikit tips ala saya untuk bepergian ke Bromo. Sayang sekali saat ini Bromo kembali ditutup karena kebijakan pemerintah terkait pandemi. Semoga kondisi wabah ini semakin membaik, Wisata Bromo kembali dibuka, dan teman-teman dapat kembali menikmati alam indah Bromo. Tentu saja tetap dengan protokol kesehatan yang ada.
Salam sehat!
Comments
Post a Comment